IBU Adalah Guru Sukses

disebuah rumah kecil aku dibesarkan dengan penuh kasih sayang dari seorang ibu, setelah dewasa aku beranjak dari tempatku membangun kemandirian dan melupakan segalanya termasuk melupakan segala kehangatan dan kasih sayang yang dibeikan oleh ibu kepadaku, setelah aku sukses menempuh kemandirianku kini aku berhasil menjadi "ORANG" sukses, dan aku menganggap kesuksesanku adalah hasil kerja kerasku sendiri, akan tetapi aku telah melupakan sesuatu yang bermakna yakni ibuku, setelah aku tersadar barulah diriku berusaha mencari-cari ibuku, tetapi semua itu hanya sia-sia segala kasih sayang yang dulunya ia berikan kepadaku tidak mampu kubalas karena ibu aku sukses, dan maaf hanya Terima Kasih yang aku berikan ibu.

Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang raja yang sangat menyukai berburu, pada saat berburu raja ditemani oleh seorang mentrinya. Anehnya menteri raja ini selalu mengucapkan alhamdulillah setiap kali mendapat musibah, hal tersebutlah yang membuat sang raja benci kepadanya.
Alkisah pada suatu hari raja mengajak menterinya tersebut untuk berburu kedalam hutan belantara yang sangat jauh dari akses publik, sudah berselang dua minggu raja dan menteri tidak kunjung kembali lantaran raja tidak mendapatkan buruan sedikitpun, akhirnya raja memutuskan untuk segera kembali ke istana, sebelu kembali keistana sang menteri berkata kepada raja "Alhamdulillah, kita tidak mendapat buruan", sang raja pun jengkel kepada menterinya tersebut.

Namun belum sampai di istana raja tersebut mendapatkan musibah tanganya terluka tergores daun berduri didalam hutan, sang menteri yang melihat raja terluka maka ia pun kembali mengucapkan "Alhamdulillah pasti luka anda ada manfaatnya". Kali ini raja benar-benar marah kepada menterinya tersebut dan raja berkata "kamu kurang ajar saya sedang terkena musibah begini malah menghinaku, sepulang dari berburu nanti aku akan memenjarakanmu wahai menteri". Sang menteri yang mendengar hal tersebut bukan menyesal tatapi sekali lagi ia mengeluarkan kata "Alhamdulillah", sang raja yang mendengarkan pun akhirnya semakin murka kepadanya. Setibanya di istana sang raja langsung memerintahkan prajuritnya untuk mengurung menteri tersebut, tiba di sel tahanan menteri itupun kembali berkata "Alhamdulillah saya masuk penjara".

Baca artikel terkait »»

Tentang Penulis

Tentang Penulis
Perkenalkan Nama Saya Zahal Mahfudz, tinggal di Kab.Bulukumba, Sekolah di SMA Negeri 1 Bulukumba.

Pengikut

Arsip Blog

Pengunjung Sekarang